MATERI EKONOMI MIKRO Pasar faktor produksi

Di posting oleh Asmuni pada 09:56 AM, 27-May-13

Di: MATERI KULIAH

PASAR FAKTOR PRODUKSI (PASAR INPUT) Pengertian Pasar input adalah pasar yang menyediakan berbagai faktor produksi yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, modal dan skill/keahlian. Cirri-ciri pasar input : a.Tidak berwujud fisik tetapi kegiatan b.Permintaan dan penawaran faktor produksi dilakukan dalam jumlah besar c.Jenis penawaran danpermintaan faktor produksi sesuai dengan produksi yg dihasilkan d.Penawaran faktor kadang merupakan monopoli sedangkan permintaan faktor produksi bersifat kolektif. Macam-macam pasar faktor produksi a. Pasar sumber daya alam/tanah Faktor produksi tanah meliputi permukaan dan semua yang terkandung di dalamnya. Balas jasa yang diterima dari pengguna adalah sewa tanah. Harga dan jumlah permintaan tanah berbeda ini tergantung dari perbedaan sifat tanah, letak dan banyaknya tanah yg digunakan untuk produksi. Proses terbentuknya harga tanah sangat tergantung dari permintaan dtanah tersebut. Semakin tinggi permintaan tanah harga/sewa tanah akan semakin mahal dan sebaliknya. Ada beberapa teori yang coba menjelaskan penyebab perbedaan sewa tanah : 1) Teori kesuburan asli tanah : sewa tanah tergantung tingkat kesuburan asli tanah. Jika tanah mempunyai kesuburan asli, hasil produksi akan lebih besar. 2) Teori perbedaan kesuburan tanah (David Ricardo): jika tanah punya tingkat kesuburan tinggi harga sewa akan tinggi dan sebaliknya. 3) Teori letak tanah (Von thunen) : jika tanah terletak dekat fasilitas publik dan kegiatan ekonomi, harga sewa akan tinggi karena letak strategis memungkinkan banyak peluang ekonomi untuk mengembangkan usaha 4) Teori harga derivasi tanah : tergantung dari jumlah permintaan terhadap tanah. b. Pasar sumber daya manusia/tenaga kerja Pasar tenaga kerja adalah seluruh kegiatan dari pelaku yang tujuannya mempertemukan para pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja. · Permintaan tenaga kerja. Berkaitan dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan atau instansi tertentu. Permintaan datang dari rumah tangga produksi, dipengaruhi oleh perubahan tingkat upah, perubahan permintaan pasar terhadap hasil produksi, harga barang- barang modal. · Penawaran tenaga kerja Dipengaruhi oleh tingkat upah terutama jenis jabatan yang sifatnya khusus. Penawaran datang dari masyarakat. · Keseimbangan pasar tenaga kerja Terjadi apabila pada tingkat upah tertentu pencari kerja menerima pekerjaan yang ditawarkan dan pengusaha bersedia mempekerjak an tenaga kerja tersebut. Teori upah tenaga kerja : 1) Teori upah normal (David Ricardo): upah diberikan sesuai kemampuan perusahaan berdasarkan pada kemampuan keuangan perusahaan berdasarkan pada biaya hidup pekerja. 2) Teori upah besi (Ferdinand Lassalle): upah harus ditekan serendah mungkin untuk memperoleh keuntungan maksimal. Akibatnya upah hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk mengatasi hal ini maka dibentuklah serikat pekerja. 3) Teori dana upah (John Stuart Mill): tergantung kesediaan jumlah modal untuk membayar upah. Jika jumlah penawaran tenaga kerja tiinggi maka tingkat upah akan rendah. 4) Teori upah etika (kaum Utopis): upah harus dapat mendorong pekerja untuk hidup layak. System pemberian upah : 1)Upah menurut waktu: dibayarkan setiap satuan waktu; harian,mingguan, bulanan atau per jam 2)Upah satuan: dibayarkan berdasarkan jumlah satuan unit yang dapat diselesaikannya 3)Upah borongan : berdasarkan satu unit pekerjaan secara keseluruhan, biasanya untuk proyek2 bangunan/jalan. 4)Upah upah indeks : berdasarkan indeks biaya hidup 5)Upah skala : berdasarkan skala penjualan perusahaan 6)Upah dengan premi: upah karyawan ditambah premi (upah ekstra) berdasakan tambahan pekerjaan 7)Upah partisipasi : membagikan keuntungan perusahaan kepada karyawan 8)Upah co- partnership: kesempatan karyawanuntuk bisa membeli saham perusahaan. Syarat pengupahan yang baik : Pekerja harus tau bagaimana proses penentuan gaji nya Upah harus dibayar tepat waktu Upah harus adil dan wajar Jumlah upah harus mencukupi kebutuhan minimum c. Pasar Modal Merupakan pasar tempat dana dan investasi jangka panjang diperjualbeikan. Permintaan dating dari pengusaha dan penawaran dating dari pemilik modal. Balas jasa yang diperoleh pemilik modal disebut bunga. Permintaan modal dipengaruhi oleh tingkat pengembalian modal. Tinggi rendahnya tingkat bunga modal dipengaruhi oleh factor : 1) Permintaan dan penawaran modal dalam masyarakat 2) Kemungkinan resiko hilangnya modal yang dipinjamkan 3) Kondisi perekonomian 4) Campurtangan pemerintah dalam penetapan tingkat bunga Teori bunga modal 1) Teori produktivitas (JS. Mill): modal pinjaman digunakan untuk kegiatan usaha produktif 2) Teori abstinence/ pengorbanan : diberikan sebagai balas jasa atas investasi yang tidak digunakan oleh perusahaan lain. Dengan demikian pemilik modal mendapat balas jasa ayas pengorbanan menunggu modal kembali. 3) Teori agio (Von bawerk) : diberikan ats kerugiana perbedaan nilai, alas an kerugian antara lain - Alasan ekono mi : nilai uang sekara ng lebih tinggi dari nilai uang satu tahun mendat ang - Alasan psikolo gi : asumsi bahwa nilai dan alat pemua s kebutu han pada masa datang lebih rendah - Alasan teknik : barang modal dapat diguna kan untuk proses produk si selanju tnya. 4) Teori liquidity preference (JM.Keynes) : bunga modal diberikan sebagai ganti rugi atas pengorbanan karena tidak menggunakan uang liquid akibat dipinjam orang lain. 5) Teori bunga dinamis (JB. Schumpeter) : barang modal yang digunakan dalam proses produksi akan menghasilka laba. Sebagian laba usaha diberikan kepada pemilik modal sebagai bunga. d. Pasar faktor produksi kewirausahaan/skill/ keahlian Dalam menjalankan usaha, selain tanah, manusia dan modal ada faktor penting lain yang harus diperhatikan yaitu dibutuhkannya seorang pemimpin yang mampu menjalankan usaha dengan baik. Seorang pengusaha adalah orang yang memiliki kemampuan mengelola, menyatukan faktor produksi dan dapat mengendalikan perusahaand dengan baik, mampu menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, memperoleh keuntungan dan berani mengambil resiko. Teori laba usaha : 1) Teori inovasi (JB.Schumpeter) : peningkatan laba perusahaan diperoleh jika wirausahawan mengembangkan produk baru atau melakukan inovasi atas produknya. 2) Teori nilai lebih (Kael Marx) : laba diperoleh akrena ada pembayaran upah yang rendah dibandingkan jasa pekerja kepada perusahaan. Artinya laba diperoleh dari upah yang tidak dibayarkan perusahaan kepada pekerja. 3) Teori keuntungan (JB say) : wirausahawan memiliki tugas memimpin dan mengelola perusahaan agar memperoleh laba. Jika wirausaha berinvestasi di perusahaan ia juga akan memperoleh bunga modal. 4) Teori resiko usaha ( Hawley) : wirausaha akan menanggung resiko kerugian jika usaha yang dikelola gagal. 5) Teori residu (David Ricardo) : pengusaha akan memperoleh laba jika ada kelebihan penerimaan perusahaan yang dihasilkan dari selisih pendapatan total dikurangi biaya total. Kelebihan inilah yang akan diberikan kepada wirausaha sebagai bunga modal.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar